Renardi – Piano
Oktober 24, 2018
Sabda Semesta
Oktober 9, 2018

Romeo & Juliet

Jakarta Concert Orchestra (JCO) didirikan oleh Toeti Heraty Roosseno dan Avip Priatna dalam rangka mengisi ruang apresiasi musik klasik orkestra di Indonesia. Dalam program tahunannya, JCO rutin menggelar konser Simfoni Untuk Bangsa, dan konser dengan repertoar karya klasik standar hingga musik karya Queen dan Beatles. JCO juga telah menggelar banyak konser dalam skala besar, seperti Opera Carmen, Hymn of Praise, dll

Khusus untuk memperingati 15 tahun berdirinya, JCO akan menggelar konser bertajuk ROMEO AND JULIET; menampilkan beberapa karya yang digubah oleh beberapa komposer dari berbagai negara berdasarkan inspirasi dari kisah drama terkenal karya William Shakespeare. Penampilan yang akan dipimpin oleh konduktor Avip Priatna ini akan menampilkan violinis Finna Kurniawati yang telah berkiprah sebagai solis maupun concert master di beberapa penampilan JCO sebelumnya, serta penyanyi bersuara mezzo soprano Yasashi I Evelyn Pangaribuan yang merupakan pemenang pertama Catharina Leimena National Singing Competition 2016 dan telah menyelesaikan pendidikan vokal klasiknya di Royal College of Music, London tahun lalu.

Konser akan dibuka dengan Orchestral Prelude to Shakespeare’s Romeo and Julietkarya komposer Jerman-Swiss Joachim Raff. Karya berikutnya menampilkan Butterfly Lovers’ Violin Concerto (Finna Kurniawati, solis violin) karya kolaborasi dua komposer Tiongkok, He Zhan Hao & Chen Kang. Karya tersebut dapat dikatakan sebagai kisah cinta Romeo & Juliet dari Timur. Inspirasi dari kisah cinta tersebut kadangkala diberikan twist plot, seperti pada persembahan berikutnya, yaitu balet Romeo & Julietkarya Sergei Prokofiev yang sempat menuai kontroversi karena Prokofiev memberikan akhir kisah cinta yang bahagia, bukan tragis seperti yang diilustrasikan oleh Shakespeare. Nomor berikutnya menampilkan cuplikan opera Roméo et Juliette(Babak 3) gubahan komposer Prancis Charles Gounod, yaitu aria “Que fais-tu, blanche tourterelle?” (“Kau sedang apa, wahai tekukur putih?”), dengan solis bersuara mezzo sopran Yasashi I Evelyn Pangaribuan. Konser ditutup dengan Overture-Fantasy (Romeo & Juliet) karya Pyotr Tchaikovsky. Meskipun overture berarti musik pembuka, penempatannya di akhir konser merupakan pesan bahwa cinta adalah abadi dan dirayakan secara universal.

Sabtu, 29 Juli 2017, Pukul 19.30 WIB

Aula Simfonia Jakarta

Jl. Industri Blok B14, Jakarta

id_IDID
en_USEN id_IDID